BTL SOLO | 085869690119 Jasa Pasang Listrik di Solo Paling Murah

Blog fullwidth

Cara Memasang Box Sekering

Sedikit ulasan sebelum kita bahas cara memasang Box Sekering. Box Sekering merupakan komponen instalasi utama yang berfungsi sebagai pengaman dari instalasi listrik yang akan di pasang. Penggunaannya juga bisa diganti dengan menggunakan Box MCB yang fungsinya juga sebagai pengaman instalasi listrik. Pemasangan dari box sekering ini sedikit lebih rumit dibandingkan pemasangan Box MCB. Hal ini dikarenakan pada box sekering memiliki 2 bagian yaitu bagian saklar pemisah dan bagian tempat/rumah sekring.
Langsung saja, pemasangan dan penjelasan dari box sekering terlihat pada gambar dibawah ini:

Ket: kabel hitam untuk Phasa (strum) ; kabel biru untuk Netral ; kabel kuning (aslinya kuning bergaris hijau) untuk arde / grounding.

Untuk pemasangan box sekring ada baiknya pemasangan kabel NYM 3×4 mm dilakukan terlebih dahulu sebelum box sekring tersebut dipasang didalam atau diluar dinding. Hal ini disebabkan ruangan untuk meletakkan kabel terbatas dan juga karakteristik kabel NYM 3×4 mm yang sedikit alot jika di bengkokkan sehingga kita akan lebih leluasa mengerjakannya dibandingkan jika Box Sekring tersebut telah terpasang pada dinding.

Hal – hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang instalasi listrik rumah adalah sbb :
* Denah rumah.
Untuk menentukan letak Box Sekering / Box MCB, titik lampu, saklar maupun SC (Stop Kontak/kotak kontak) dan tentu saja saluran  instalasi listrik yang akan dipasang. Denah ini akan sangat membantu bagi yang awam untuk menghindari kesalahan jumlah kabel saluran yang digunakan akibat percabangan saluran lampu, saklar maupun SC.
* Peralatan pemasangan dan perlengkapannya.
Hampir setiap rumah tangga mempunyai peralatan untuk pemasangan instalasi listrik seperti tang kombinasi,obeng, silet/pisau/gergaji besi, betel dan palu sehingga kita tidak perlu membeli baru..Yang perlu dibeli mungkin cuma test-pen. Alat ini digunakan untuk men-test instalasi listrik yang terpasang dan sangat dibutuhkan untuk memperbaiki instalasi listrik yang telah terpasang. Karena itu anda sangat dianjurkan mempunyai alat ini. Tidak perlu yang mahal, yang penting berfungsi dengan baik. Satu hal lagi yaitu korek gas(disarankan korek gas pematik), tetapi jika tidak ada api dari lilin-pun jadi. Buat apa ya..?
* Menentukan pengaman yang digunakan.
Pengaman yang umum digunakan dalam instalasi listrik rumah maupun gedung adalah sekring dan MCB yang masing2 mempunyai wadah atau tempat yang berbeda yaitu Box Sekring dan Box MCB. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Berikut sedikit keterangan berdasarkan pengalaman penulis (bukan membaca buku/literature lhoo…).

  • Box Sekering.
Kelebihan :
– Memiliki dua bagian yaitu bagian sekring  yang terhubung pada fasa dan saklar pemutus hubungan (baik fasa maupun netral) dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).
– Jika sekering rusak/putus akibat korsleting dapat di perbaiki, jadi tidak perlu beli baru (Sekering standart/ biasa lhoo..).
– Harga sekering lebih murah.
Kekurangan :
– Sulit mencari untuk box sekering yang digunakan pada pembagian grup instalasi yang banyak. Umumnya hanya terdapat 1 grup dan 2 grup instalasi.
– Terlihat kurang praktis.
  • Box MCB.

Kelebihan :
– Dapat  digunakan untuk banyak grup instalasi.

– Terlihat praktis dan lebih rapi.

Kekurangan :
– Biasanya hanya bagian fasa yang diberi pengaman MCB dari sumber listrik(PLN,diesel,dll).
– Jika MCB rusak harus mengganti baru karena sulit memperbaikinya.
– Harga MCB jauh lebih mahal daripada sekering.
* Menentukan panjang kabel NYM 3 x 4 mm² dan kabel BC 6 mm².
– Seperti dijelaskan diatas, kabel NYM ini berfungsi sebagai kabel penghubung dari sumber listrik (KWH meter PLN atau Diesel) jadi tentukan dengan bijak dimana sebaiknya letak sumber listrik dan letak kotak pengaman. Sebaiknya meletakkan keduanya tidak berjauhan (± 50 cm) mengingat kabel ini terbilang cukup mahal.
– Seperti halnya kabel NYM, kabel BC 6 mm² juga terbilang cukup mahal jadi ada baiknya penempatan batang arde juga jangan terlalu jauh dari sumber listrik maupun kotak pengaman sehingga kita tidak terlalu panjang membelinya. Sebagai contoh biasanya instatir listrik memasang batang arde/grounding tegak lurus dibawah KWH meter PLN sehingga kabel BC yang dibutuhkan ± 2 m.
* Menentukan jenis, luas penampang penghantar, dan warna kabel yang dibutuhkan dalam instalasi.
• Jenis kabel.
Umumnya kabel yang digunakan dalam instalasi adalah jenis NYA (didalam kabel hanya terdiri 1 kawat penghantar tembaga pejal terbungkus isolator ) atau jenis NYM (didalam kabel berbungkus isolator ini terdiri dari 2 ,3 atau 4 kawat penghantar tembaga pejal). Mau yang lebih wah lagi bisa menggunakan kabel NYY.  Disini kita bahas penggunaan  NYA saja (lebih murah), untuk pemakaian kabel lainnya dapat menyesuaikan.
• Luas penampang penghantar.
Hal ini menyangkut kemampuan dari kabel (singkatnya kemampuan hantar arus dari kabel terhadap arus listrik yang melewatinya). Ukurannya 1,5 mm²; 2,5 mm²; 4 mm²; 6 mm² dst.  Sebenarnya dalam memasang instalasi dilakukan perhitungan mengenai berbagai faktor termasuk diantaranya menentukan besar  maupun jenis kabel yang digunakan.Untuk mudahnya kita gunakan kabel ukuran 1,5 mm² (untuk saluran lampu), 2,5 mm² untuk saluran utama dan untuk stop kontak (kotak kontak) sebenarnya penggunaan kabel dapat disesuaikan dengan kegunaan dari stop kontak tersebut. Bagi anda yang baru akan mendaftar berlangganan listrik dari perusahaan listrik negara ada baiknya anda menggunakan kabel 2,5 mm² untuk tiap stop kontak walaupun anda akan berlangganan listrik 1300VA kebawah. Apa gak kegedean tu buat kabel SC? Untuk pertanyaan tersebut pada realisasinya memang janggal terutama bagi rumah dengan daya terpasang 1300 VA kebawah. Jawabannya masih dalam benakku, mohon maaf belum bisa diterbitkan. Mungkin lain waktu  kali yaaa… mungkin….he…he…heee……
• Warna kabel.
Warna kabel bisa sangat-sangat membantu dalam pemasangan maupun perbaikan instalasi listrik, penulis juga sangat menyarankan hal tersebut. PUIL mensyaratkat kabel warna hitam untuk fasa(strum), warna biru untuk netral dan warna kuning bergaris hijau (banyak juga yang menyebut kuning loreng) untuk kabel ground. Tetapi penulis tidak mengharuskan lhoo.. hanya menyarankan (itu kan rumah anda, bukan rumah Negara/Pemerintah). Menurut PUIL, hal ini untuk menyeragamkan pemasangan instalasi di Indonesia jadi tidak ada salahmya diikuti. Untuk lebih memudahkan lagi bagi anda yang baru belajar kita tambah satu kabel berwarna lainnya (kita ambil contoh kabel warna merah). Kabel ini nantinya khusus untuk penyambungan dari saklar ke lampu saja.
* Menentukan panjang kabel yang diperlukan.
Jika anda mempunyai posisi keuangan terbatas, hal dibawah sangat-sangat membantu karena pengeluaran terbesar dalam pemasangan instalasi listrik adalah pengadaan kabel instalasi. Perhitungannya mungkin sedikit susah bagi yang awan. Berikut penulis coba meringkas sesederhana mungkin.
1. Tentukan pajang jalur utama instalasi listrik sebelum dicabangkan (sebelum disambungkan ke stop kontak, saklar maupun fitting lampu). Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm) tiap ada percabangan (buat sambungan ke jalur cabang, baik saklar maupun SC).
– Jalur utama instalasi listrik lama menggunakan 2 kabel yaitu kabel fasa(strum) dan kabel netral. Tetapi karena banyak peralatan rumah tangga sekarang yang memiliki arus induksi yang mengalir pada bodi peralatan (contoh: kulkas, CPU computer) maka banyak rumah yang kemudian menambahkan kabel saluran tanah(ground) pada jalur utama yang nantinya dihubungkan pada stop kontak. Penulis sangat-sangat merekomendasikan penambahan kabel saluran ground pada jalur utama. Tetapi jika anda tidak mempunyai peralatan yang menimbulkan arus induksi, 2 kabel cukup.
2. Tentukan panjang kabel ke tempat fitting lampu. Kabel untuk fitting lampu dibutuhkan dua kabel. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
3. Tentukan panjang kabel ke tempat saklar. Jumlah kabel yang dibutuhkan tergantung dari jenis saklar. Saklar tunggal dibutuhkan 2 buah kabel, saklar doble dibutuhkan 3 buah kabel, dst. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
4. Tentukan panjang kabel ke tempat stop kontak. Jika kabel saluran utama 2 buah maka kabel ke stop kontak juga 2 buah. Tetapi jika kabel saluran utama 3 buah maka kabel stop kontak juga 3 buah. Jangan lupa dilebihkan sedikit (kira-kira 20cm)
– Untuk penempatan saklar dan stop kontak yang bersebelahan (biasanya pada kamar tidur & ruang keluarga) perhitungan kabel adalah  jumlah kabel saklar ditambah jumlah kabel stop kontak kemudian dikurangi 1 buah kabel. Jangan pusing yaa…
* Menghitung panjang pipa instalasi yang dibutuhkan.
Secara singkat perhitungannya adalah panjang saluran utama ditambah panjang saluran cabang ke tempat stop kontak maupun saklar. Untuk penempatan saklar dan SC yang bersebelahan bisa digunakan sebuah pipa kemudian pada kedua N-bownya bisa dimodifikasi dalam menghubungkannya. Jangan lupa tentukan jumlah L-bow/penyambung pipa siku(belokan 90 derajat).
* Menghitung banyaknya saklar, fitting lampu dan stop kontak.
* Menghitung banyaknya In-bouw DOOS/ rumah saklar maupun SC (jika penempatannya didalam tembok) dan banyaknya T-DOOS dan Kruis DOOS yang merupakan tempat penyambung saluran utama ke saluran cabang(saklar,stop kontak).
Macam Komponen Instalasi

Sekilas tentang macam-macam komponen yang umum dipasang pada instalasi listrik rumah dari yang terdepan.

* ELEKTRODA BUMI
  – elektroda bumi atau ada juga yang menyebut batang arde merupakan elektroda yang ditanam atau dimasukkan ke dalam tanah. Umumnya digunakan sebagai pengaman arus. Bahan yang digunakan umumnya terbuat dari besi yang dilapisi tembaga.
* Kabel BC(Bare Copper)
   – merupakan kabel yang menghubungkan elektroda bumi ke instalasi listrik melalui kotak pengaman. Terbuat dari tembaga, dan untuk instalasi rumah biasanya digunakan kabel BC berukuran 6 mm².
* KABEL 3 x 4 mm²
  – Merupakan kabel yang digunakan untuk menyambung dari sumber listrik (PLN atau diesel) ke kotak pengaman (Box Sekring atau Box MCB). Yang umum digunakan dari jenis NYM yang terdiri dari 3 buah kabel tembaga pejal dibungkus isolasor dengan masing-masing kabel berukuran 4 mm².
* KOTAK PENGAMAN.
  – merupakan kotak tempat pengaman instalasi listrik yang juga tempat awal semua kabel instalasi yang akan dipasang. Untuk rumah atau bangunan kecil umumnya memakai 2 jenis yaitu : Box SEKERING ( FUSE BOX) atau Box MCB (Mini Circuit Breaker).
* PIPA INSTALASI, KNEE & KLEM PIPA
  – pada instalasi pasang luar, jika anda menggunakan kabel NYA sebaiknya digunakan pipa instalasi. Hal ini disebabkan karena masing-masing kabel NYA hanya terdiri dari 1 buah kabel berisolasi sehingga pada pemasangan akan rapi dan yang terutama menghindari dari gangguan hewan pengerat. Meskipun banyak pabrik mengklaim bahwa isolasi kabel mereka bebas dari gangguan tersebut ada baiknya berjaga-jaga. Mengapa? Kabel lamaku di gudang banyak yang digasak tikus pada isolasinya. Namanya juga kabel lama, mungkin isolasinya juga kadaluarsa, akhirnya mbah tikus doyan juga, buat ngikir giginya…. WaKaKaKaKaaaa…….
  – pada instalasi dalam, saya sangat-sangat menyarankan penggunaan pipa instalasi untuk semua jenis kabel yang anda gunakan. Mengapa? Karena hal tersebut akan sangat membantu anda baik dalam perbaikan maupun penggantian kabel instalasi listrik tanpa harus merusak tembok yang sudah terbangun rapi.
  – Knee atau sambunga pipa 90º dan klem pipa  merupakan penunjang pada pemasangan pipa  supaya lebih rapi.
* KOTAK SAMBUNG dan KOTAK SAKLAR & SC
  – kotak sambung (Junction Box) atau merupakan tempat dimana saluran utama dan saluran cabang disambungkan. Banyaknya lobang saluran masuk untuk penyambungan bermacam-macam (1 cabang,  2 cabang, 3 cabang, dst.)dan begitu pula bentuk dari kotak sambung tersebut (kotak, bulat,dsb.). Kita pakai yang umum saja yaitu kotak sambung dengan tiga lobang cabang dan empat lobang cabang (dikalangan instalatir disebut T-DOOS dan Kruis DOOS. Ni istilah kayaknya bawaan penjajah yang disesuaikan dengan lidah kita dech….). Untuk bentuk dari kotak sambung kita pake yang bulat aja, murah&lumayan bagus. Tapi kalo mau yang bentuk kotak atau bentuk lainnya malah lebih bagus, terserah anda dech.. yang penting pilih yang aman.
  – Kotak untuk pemasangan saklar & kotak kontak (stop kontak(SC)) kita gunakan kotak sambung  dengan 1 lobang saluran cabang  (dikalangan instalatir disebut In bouw DOOS atau N Doos). Pemakainnya digunakan pada instalasi pasang dalam. Bentuknya terserah anda, disini kita gunakan yang bentuk bulat aja..
* KABEL INSTALASI
  – merupakan komponen utama instalasi listrik dimana akan mengalirkan tenaga listrik yang akan digunakan pada peralatan listrik. Mengenai ukuran kabel yang umum digunakan pada daya listrik kecil dapat dilihat pada persiapan memasang instalasi listrik.
* SAKLAR.
  – Saklar adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memutuskan dan/atau untuk menghubungkan pada jaringan listrik (dalam hal ini untuk lampu). Jadi saklar pada dasarnya adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik. Secara sederhana, saklar terdiri dari dua bilah logam yang menempel pada suatu rangkaian (dalam hal ini instalasi rumah), dan bisa terhubung atau terpisah sesuai dengan keadaan sambung (on) atau putus (off) dalam rangkaian itu. Cara pemasangan saklar dapat dilihat di sini.
* STOP KONTAK (SC).
  – Bahas EYD-nya adalah Kotak Kontak atau bahasa alien-nya Electric Outlet, berfungsi sebagai tempat mendapatkan tenaga listrik untuk peralatan rumah tangga (TV,setrika,mesin air,kulkas,dan peralatan-peralatan listrik rumah tangga lainnya).
* FITTING/TEMPAT LAMPU dan KAYU ROSET
  – merupakan tempat pemasangan lampu penerangan rumah sedangkan kayu roset merupakan tempat penunjang dari fitting.
Perbedaan Listrik Pascabayar dan Listrik Prabayar
Ini Beda Listrik Pascabayar dan Listrik Prabayar

Pemerintah lewat Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalakkan sistem pembayaran listrik prabayar. Sistem ini dianggap membantu masyarakat menghemat pengeluaran.

Dengan sistem prabayar, pemilik rumah membeli kuota energi listrik dalam satuan kWh yang dirupakan dalam bentuk voucher. Caranya seperti membeli voucher pulsa ponsel prabayar, di mana pada voucher tersebut terdapat nomor kode.

Nomor kode ini kemudian di-input melalui bargainser yang menempel pada meteran listrik di rumah. Setelah kode dimasukkan, listrik akan mengalir hingga kuota energi tercapai.

Sebelum habis, meteran listrik akan mengeluarkan bunyi peringatan sehingga pemilik rumah harus membeli kembali energi listrik. Jika pemilik rumah tidak segera mengisi, maka aliran listrik akan terputus.

Sebelum menggunakan sistem prabayar, perumahan di Indonesia menerapkan sistem pascabayar. Di mana penghuni akan menerima tagihan listrik pada akhir bulan, sesuai energi yang dipakai.

Dengan sistem prabayar, penghuni rumah bisa mengetahui besarnya pemakaian dan mengatur sendiri kebutuhannya.

Keunggulan Sistem listrik pascabayar

Kelebihan yang dimiliki listrik pascabayar ini adalah ketersediaan listrik yang tidak terbatas setiap bulan.

Namun kelemahannya, Anda bisa terlena dalam menggunakan listrik sehingga tagihan pada akhir bulan membengkak.

Sistem listrik prabayar

Listrik prabayar biasa disebut dengan listrik pintar. Dimana penghuni dapat mengendalikan pemakaian listrik sendiri. Alat bergainser pun tidak lagi berbentuk analog, melainkan digital yang dapat Anda gunakan untuk memasukan kode pengisian listrik.

Sistemnya dibuat seperti membeli pulsa prabayar telepon genggam agar dapat memudahkan Anda. Kelebihan lain dari listrik prabayar ini, Anda tidak perlu khawatir akan biaya keterlambatan yang menghantui.

Kemudian, Anda tidak perlu cemas terkait harga voucher stroom (listrik pintar). Sebab harga bervariasi sesuai dengan kamampuan dan kebutuhan Anda (daya listrik Anda). Mulai dari Rp20.000 – Rp2 juta.

Inovasi PLN yang satu ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Antusias masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia terlihat sejak listrik prabayar (listrik pintar) ini disosialisasikan. Saat menggunakan listrik pintar, pelanggan harus membeli pulsa dulu untuk konsumsi energi listrik sesuai kebutuhannya. Besar energi listrik yang telah dibeli oleh pelanggan dimasukkan ke dalam Meter Prabayar (MPB) yang terpasang di lokasi Pelanggan melalui sistem ‘token’ (pulsa) atau stroom. Hingga kini, produk layanan ini sudah tersebar ke seluruh pelosok masyarakat dimana kebanyakan berasal dari Jawa Bali, Indonesia Timur dan Sumatera.

Setelah melihat beberapa keunggulan diatas, saya merasa beruntung telah beralih ke listrik prabayar karena lebih banyak manfaat yang saya rasakan. Ya.. minimal saya tak terbebani dengan pembayaran beban minimum saat tidak menggunakan listrik. Saya yang mengelola kost-kostan walaupun kecil-kecilan, bisa merasa lebih tenang sejak beralih ke listrik prabayar ini karena memudahkan saya mengontrol konsumsi listrik para penghuni kost. Jadi ketika mereka boros listrik kan mereka sendiri yang menanggungnya.

Tak lama setelah gencar sosialisasi listrik pintar, suami akhirnya memutuskan untuk memasang instalasi jaringan listrik baru khusus untuk anak kost di belakang dengan daya 900 watt disusul ruangan depan 1300 watt. Proses pengajuan listrik prabayar juga sangat mudah. Pertama, suami hanya disuruh datang ke kantor PLN terdekat dengan membawa foto kopi KTP. Selain itu, suami juga dimintai peta lokasi untuk proses survei lapangan. Selanjutnya, kami disuruh telepon ke PLN 123 sebagai proses registrasi permohonan pemasangan listrik baru. Selanjutnya, setelah survei dilakukan, kami wajib membayar biaya instalasi di kantor PLN (bisa juga di Bank yang bekerjasama dengan PLN), menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). Finally, PLN melakukan penyambungan listrik di rumah kami. Praktis.

Awalnya kami ragu untuk memasang listrik pintar karena rumornya sih biaya per bulannya akan lebih mahal. Kalau lebih mahal, otomatis bisa membuat penghuni kost kecewa lantaran mereka terbebani dengan biaya listrik yang lebih besar. Namun karena niat kami di awal adalah untuk melonggarkan penggunaan listrik pascabayar di rumah dan mencoba membandingkan fasilitas listrik pintar dari PLN, akhirnya kami tetap nekat melakukan instalasi listrik pintar.

Lalu, apa yang terjadi setelah ini?

WOW, LISTRIK PRABAYAR TERNYATA LEBIH AMAN, PRAKTIS & EKONOMIS

Dugaan kami ternyata salah tentang listrik pintar. Kami yang sebelumnya NO untuk instalasi listrik pintar, kini justru merasa sangat beruntung saat merasakan manfaatnya. Dari pemasangan pertama hingga 1 tahun terakhir, kini kami baru menyadari bahwa listrik pintar atau prabayar ini ternyata lebih praktis, efektif dan ekonomis. Mengapa demikian? Berikut alasannya :

1.  Biaya Instalasi Listrik Pintar Murah Lho

Hayo, siapa yang dari kemarin bilang biaya instalasi listrik pintar lebih mahal? Dulu saat pasang listrik pascabayar, kami dibebani biaya pesangan baru plus uang jaminan langganan (UJL). Kini, Saya merasakan beban biaya yang lebih murah saat pasang listrik prabayar karena hanya dibebani token perdana (untuk pulsa listrik awal). Tentu ini sangat menghemat pengeluaran rumah tangga kami.

2. Petugas PLN Tidak Perlu Apel Lagi Ke Rumah Saya. Hihihi…

Dengan sistem prabayar, saya merasa semua serba praktis dan mudah. Bagaimana tidak, dulu saat hanya mencicipi listrik pascabayar, per bulan ada saja petugas PLN datang ke rumah kami untuk mencatat meteran, menerbitkan rekening, melakukan penagihan bagi yang terlambat membayar dsb. Kadang saya merasa sedikit ribet karena semua serba manual. Sekarang sih PLN memberikan fasilitas serba modern dengan listrik pintarnya.

3. Sering Kurang Percaya dengan Pencatatan Total Tagihan Listrik? Listrik Pintar Solusinya.

Saat menggunakan listrik pascabayar, perhitungan biaya per bulan masih analog atau manual sehingga ada kemungkinan angkanya kurang akurat saat kondisi tertentu. Sekarang sih, sebagai pelanggan saya merasa lebih percaya dan puas kepada PLN karena biaya listrik dihitung dengan sistem digital yang dijamin lebih akurat. Pokoknya, tidak ada lagi negatif thinking kepada petugas PLN deh. hehe

4. Senangnya, Tak ada Denda Saat telat Bayar.

Kali ini PLN memang memaksa kita merasakan kenyaman saat memanfaatkan listrik. Kenapa? Saat pakai listrik pintar, kita tidak akan dikenai denda keterlambatan membayar tagihan listrik. Tentu karena kita isi pulsa listrik dulu baru bisa memanfaatkan listrik. Jika terpaksanya lupa isi pulsa, paling-paling listrik tiba-tiba padam. Tapi tenang saja, listrik pintar sudah memiliki sistem alarm sebagai pengingat jika listrik hampir habis. Serba mudah ternyata. So, meminimalkan pengeluaran tambahan akibat denda kan?

5. Listrik Pintar Mengajarkan Saya Hemat Listrik.

Lho, kok bisa berhemat listrik? Toh secara sadar kita memang memanfaatkan listrik untuk berbagai aktivitas kan? Tunggu dulu. Coba deh ingat-ingat aktivitas kita di rumah saat menggunakan energi listrik. Ini pengalaman saya sendiri saat dulu menggunakan listrik pascabayar. Saya bisa seenaknya hidupin televisi berlama-lama walau tak ditonton siapapun, bisa cuci baju dengan mesin cuci beberapa kali dalam sehari, bisa setrika segunung baju dalam satu waktu tanpa mikir borosnya pemakaian listrik saat itu dan penggunaan lainnya. Akibatnya? Brrr… tagihan listrik membengkak dan saya pun rada kecewa saat membayarnya, walaupun saya sadar ini kesalahan saya sendiri. Belum lagi kepikir bahwa ini jangan-jangan karena penghuni kos yang sembarangan memakai listrik.

Tapi sekarang, saya diajar berhemat oleh listrik pintar karena mindset utama saya adalah jangan sampai saya kehabisan pulsa listrik. Nah, ini yang merubah pola aktivitas saya jadi lebih berhati-hati saat memanfaatkan listrik. Sekarang, TV jarang saya anggurkan saat kondisi hidup atau AC pun langsung mati saat penghuni keluar kamar. Dan lagi-lagi, kita difasilitasi dengan meter elektronik yang record konsumsi listrik. Jadi, setiap saat saya bisa pantau, berapa sisa pemakaian kWh terakhir sehingga saya bisa mengerem konsumsi listrik sesuai kebutuhan. Wah, praktisnyaaa 😀

6. Saya Dibebaskan biaya beban bulanan

Ini kabar baik lainnya, kita tak perlu bayar beban bulanan lho kalau pake listrik prabayar. Maksud beban bulanan bagaimana? Begini lho. Dulu waktu masih pakai listrik pascabayar, digunakan atau pun tidak sama sekali, kita tetap punya tagihan beban bulanan di luar tagihan utama. Misalnya kita pasang listrik dengan daya 900 VA maka tagihan dasar (beban) yang wajib dibayar selain tagihan pemakaian listrik 1 bulan adalah Rp 20.000,-. Tapi sekarang kita bisa lebih berlega hati karena sistem ini tak berlaku di listrik prabayar. Jadi, ketika listrik tak digunakan sama sekali (atau tidak diisi pulsa), takkan ada tagihan beban bulanan.  Aman deh, merasa tidak rugi kan? 🙂

7. Beli Pulsa Listrik Mudah & Cepat

Saya merasa lebih nyaman saat memanfaatkan listrik prabayar karena penyedia pulsa listrik prabayar ini sudah bisa kita temukan dimana-mana, bahkan lebih banyak dibanding listrik pascabayar. Praktis memang, saat menyusuri jalan kita bisa membelinya di berbagai loket pembayaran listrik, seperti di Indomart, Alfamart, kantor PLN terdekat dan juga di lebih dari 30.000 ATM di seluruh Indonesia. Karena rumah saya sangat dekat dengan Indomart, disitulah saya suka todong mbak penjaganya untuk memberi saya voucher pulsa listrik sesuai kebutuhan. Hehe…

Nah, cara belinya bagaimana? Gampang banget. Tunjukin saja kartu listrik pintar yang kita punya dimana didalamnya tercetak nomor meter pelanggan atau bisa juga menggunakan ID pelanggan. Hebatnya, listrik pintar ini memiliki sistem yang tak bisa dibobol dimana 20 angka digit pulsanya hanya bisa diisi ke meteran listrik kita sendiri. Wow, gak ada alasan untuk khawatir kan? 🙂

8. Keluarga Saya Aman dari Bahaya

Sudah banyak kasus di sekitar kita bahwa ada rumah kebakaran atau orang tersengat arus listrik gara-gara ada masalah pada instalasi jaringan listrik di rumah. Jangan sampai ini terjadi di lingkungan Anda dan keluarga. Tentu, kita harus menjaga keselamatan seluruh anggota keluarga di rumah dengan cara yang cerdas, yaitu dengan instalasi listrik pintar atau prabayar. Kok bisa aman? Ketika instalasi kabel listrik bermasalah, pada kWh meter prabayar muncul indikator bahwa jaringan kabel bermasalah sehingga pemilik rumah bisa langsung ambil tindakan, yaitu dengan cek kondisi kabel atau biar lebih aman silahkan langsung hubungi PLN agar petugas datang ke rumah Anda.